Cinta Seberang Jalan
Entah apa yang memisahkan kami…
Aku berniat untuk tidur di
malam hari padahal, masih jam 7 tetapi, aku sudah mengantuk yasudah, aku tidur
saja. Di pagi yang cerah aku terbangun. Aku hanya bisa melhat ke jendela perempuan
cantik itu. Seperti biasa, aku berjualan. Berjualan barang rongsokan, baju dan
apapun yang aku dapatkan. Hal tersebut memberi aku makan sesuap nasi saja,
tetapi, tidak apa-apa juga, yang penting aku bisa kenyang. Suatu hari Putri Angelina,mereka datang untuk membeli
kain buatanku sendiri, maunya, aku memberi kain itu dengan harga mahal, agar
aku bisa kaya tetapi, demi cinta aku memakai harga biasa saja. Sebenarnya,
harga kain itu hanya 20 Euro tetapi, Putri Angelina memberikan 100 Euro. Aku
ingin dipandang baik oleh Putri Angelina tetapi, itu uang, uang yang akan
memberikan kebutuhanku. Tidak usah seperti itu Putri, saya ikhlas jugaan, hari
ini hari penobatan engkau jadi, ambil saja. Kataku . Tiba-tiba, seorang
laki-laki mendatangiku dan berkata : Kau tidak bisa memikat hatinya, Cano. Yap,
Cano itu namaku. Aku terlahir dengan keluarga miskin tetapi, banyak orang yang
mengenaliku. Aku pun mengambil uang 100 Euro itu sambil berkata Terima Kasih
kepada Putri Angelina. Sekian lamanya aku berdekatan dengan Putri Angelina, aku
menjadi suka padanya, anehnya, dia juga suka sama aku. Biasanya, ada jembatan
di dekat Istana Tuan Putri Angelina jadi, biasanya aku menyapanya lewat
jembatan itu. Aku biasa menyapanya karena jembatan itu dekat dengan jendela
Tuan Putri. Tetapi, pada saat itu, kabar Ratu kami, Yuria dia sering sekali
sakit –sakitan kabar yang aku tidak suka, Yuria meninggal dunia dan juga,
penjaga menemukan Ayahnya Putri Angelina meninggal di tempat tidurnya. Sehingga
hari itu Putri Angelina lah yang akan menjadi Putri pertama di Kerajaan Nagu.
Dia memberiku sebuah surat yang dikirimkan oleh merpati surat itu berisi : Aku mengundang engkau ke penobatanku karena, pada
saat itu kau telah membuat kain hasil mu sendiri datanglah nanti. Kata Putri
Angelina.
Aku tidak boleh berpenampilan
seperti orang miskin, jadi, aku akan membuat baju pas banget nih aku ada kain
keras warna hitam dan hiasan bunga mawar merah. Aku datang ke pesta tersebut,
aku harus mendatangi kedua penjaga tersebut, entah, aku harus ngapain juga.
Tidak lama di cek, aku dilarang masuk. Aku dibawa ke penjara bawah tanah,
disana, ada Putri Angelina sedang bersedih. Sebelum berbicara, aku harus
menundukan kepalaku sambil berkata “ Tuan Putriku” . Aku bukan Putri lagi, aku
ketahuan suka padamu, entah, jika aku masih dekatan denganmu, aku akan dihukum
mati oleh Carlos . Kata Putri Angelina.(Carlos adalah laki-laki yang pernah
bilang kau tidak bisa memikat hatinya) Sudahlah Putri, aku rela tidak bersamamu
kasihan juga engkau. Engkau adalah untuk pergi dari hidupku. Aku rela kok.
Kataku sambil mengusap air mata. pemimpin, rakyat tidak bisa hidup rukun jika
tidak ada pemimpin, maka dari itu, cobalah Putri Angelina pun memberi tau kalau
dia akan menjauh dari ku. Dia pergi sambil berkata “Selamat Tinggal” 1 penjaga
berkata kepadaku. Besok kau hilang dari dunia ini huh, kasihannya engkau.
Maksudmu ?. Kataku bertanya. Astaga besok kamu dihukum mati karena sudah
mempermainkan hati Sang Putri gituuuu denger gk ?. Kata penjaga kesal.
Keesokan harinya,
penjaga membawa ku kepulau lain. Aku mendengar suara Putri Angelina. Lepaskan
dia jika tidak, kalian akan kubunuh secepatnya. Kata Putri Angelina marah.
Mataku ditutup jadi, aku tidak bisa melihat sama sekali. Tetapi, aku merasakan
aroma bau darah. Aku takut kalau itu adalah aroma darah Putri Angelina . Aku
hendak berjalan tetapi, ada yang melarangku dan aku dijatuhkan ke air, tangan
ku terjepit rapat, tetapi, aku tidak bisa melihat sama sekali aku pasrah. Saat
bangun, aku kaget kalau ibuku membangunkanku dengan air se-centong. Mana Putri
Angelina, mana dia ?. Kataku bingung. Ibuku tertawa kecil. Itu mimpimu nak
sudahlah sudah jam berapa ini, cepat, siap-siap dahulu.
The End (Love Story)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar