Suara
aneh di Rumah
Tua
Tendang bola itu Ren !, teriak
Reza. Pyang… kaca di rumah itu mulai hancur, lebih buruknya lagi, bola itu
masuk ke sebuah rumah tua yang tidak berpenghuni. Ren semua ini salahmu !,
gara-gara kamu bolaku hilang !. Teguran Rio dengan kesal kepada Ren. Bagaimana
ini ?. Tanya Ren kepada Reza. Reza hanya mengangkat bahu. Baiklah, aku akan
mengambilnya. Kata Ren. (Ren)Aku mulai mengetuk pintu tetapi,
tidak ada yang membuka pintu sama sekali. Ah, iya ! lebih baik aku membeli bola
yang baru saja. Hendaknya, aku berniat untuk pergi, tetapi pintu itu langsung
terbuka dengan perlahan. Astaga, jangan membuat aku takut, siapa pun itu !. Aku
mulai melangkah kaki sekali tiba tiba saja ada suara membanting dari atas. Drak
!!. Aku mendengar seseorang sedang berlangkah turun melewati tangga. Sementara
dihati aku berkata”Aku harus bersembunyi”. Aku langsung masuk ke sebuah lemari
tua yang kosong, dilemari ini ada celah sedikit sehingga, aku bisa melihat apa
yang terjadi di luar sana. Seorang laki-laki menyeret seorang wanita yang
kesakitan tetapi, dia sudah tertidur tenang. Laki-laki itu mengambil sebuah
pisau yang tajam, hendaknya dia ingin menusuk wanita itu menggunakan pisau.
Sudah jelas, aku tidak menerimanya, aku langsung keluar dari lemari itu.
Anehnya, dia tidak melihatku, dia hanya bingung dimana suara itu berasal. Dia
berkata kepada wanita itu “ Eliza, kau selamat hari ini”. Wanita itu berkata “
Te-rima kas-ih Ren,aku mohon bantu anaku yang pertama.Pasti dia masih
bergentayangan aku mohon… Ren”. Namanya siapa, aku harus tau, sebentar, aku
mengambil bola dulu, laki-laki itu pergi sedangkan, aku mengambil bola yang
masuk tadi. Aku berkata terima kasih saat aku mengambil bola. Tetapi, saat aku
melihat kebelakang wanita itu menghilang. Aku lari keluar dengan kecepatan
maksimal dan segera pulang kerumah
(Reza)Kring-kringggg. Jam menuju pukul jam
2, haaa, jam dua ?!, sepak bolaaaa !!!!!!!!!. Aku turun ke lantai bawah untuk
menyalakan tv. Meskipun begitu, aku bangun jam dua tetap saja aku berangkat ke
sekolah pasti telat. Apa sih yang gk telat buat gw ?. Kring-kring (bel skolah).
Aku ingin menceritakan kisah cinta gw sama dia. Dia adalah Nagisa, cewek manis,
imut, pinter, lugu,dan polos. Setiap aku melihat dia, muka dia langsung memerah
dan tersenyum manis. Rambutnya yang dihiasi oleh bunga palsu berwarna merah,
manisnya. Asal kalian tau aku adalah rangking 1 dari belakang. Tetapi, si Ren
malah sebaliknya dia rangking satu. Oh iya, dia suka sama Putri, cewek manis,
ada sisi galaknya juga. Pertamanya sih aku mengira kalau si Ren itu gila
tetapi, itu adalah True Love (Cinta Sejati).
(Sekolah)Aduh,kenapa ya Ren terus aja
menceritakan kisahnya itu. Ujar Putri. Menurut aku sih itu hoax (bohong) gimana
gk bohong, masa sih dia itu tidak diliat sama laki-laki itu tetapi, malah
diliat sama Eliza. Kata Nia. Sudahlah yang dosa kan dia bukan kita kalau dia
bohong ya dosa. Kata Nagisa. (Dikantin) Masa sih Ren, lu dapet ngeliat orang
itu ?. Tanya Reza. Iya, sumpah deh Rez demi segala Dewa ! Ujar Ren. Woi kalian
RenRezzzzz ! . Teriak Angga dan sekelompok gengnya. Nama aku bukan Rezzzzz tapi,
Reza bisa ngomong gk sih ?. Kata Reza kesal. Mulut-mulut gw ReRe ! . Angga
membalas. Sudah lah ngomong baik-baik kan, bisa ? apa susahnya coba. Ujar Ren
member tau. Jah ini lagi si CULUN ikut-ikutan apaan sih elo ? problem amat.
Kata Angga. Apaan coba yang kalian makan ? jaman ya bawa makanan dari rumah ?.
Kata Angga. Nia, Nagisa dan Putri pun ikut campur dalam masalah ini. Apaan sih
elo, bilang kalau bawa makanan dari rumah itu ketinggalan jaman, dari pada
kalian, yang bisanya ngomong minta uang dan gk ada mandirinya sama sekali asal
lo tau !. Ujar Putri kesal. Guru pun datang, dia melihat Angga menaiki kaki ke
meja. Hei, kalian, menaiki kaki dengan enaknya ke ruang Kepala Sekolah sekarang
!!!!!!. Teriak Pak Guru. Serem juga Pak Guru kayak gitu. Ujar Ren dan Reza
bersama-sama.
(Pulang
Sekolah)Reza !. Teriak
Nagisa. Ya, ada apa Nagisa ?.Tanya Reza. Tidak hanya bertanya saja, nanti kamu
ada waktu gak ?. Tanya Nagisa. Hm.. ada sih tapi gak apa-apa juga kalau aku gk
dateng sih biasa aja. Ujar Reza. O-oh kalau gitu gimana kalau kita ajak temenmu
si Ren dan juga aku akan mengajak teman-temanku yang cewek itu lhookan, seru
jadinya. Dan juga kita gk akan takut sama sekali, aku mengumpulkan teman untuk
menyelidiki Rumah itu barusan saja Nia mengajaknya ?. Tanya Nagisa. Boleh Saja…
(Ren)lagi-lagi, aku melewati rumah ini.
Rumah ini masih membuat aku takut. Setiap aku melewatinya, aku selalu merasa
kalau Eliza dan Laki-laki itu memanggilku. Kalau udah lewat sana sih biasanya
aku lari karena ketakutan, gang ku sepi, sangat sepi saat siang sore tetapi,
saat pagi dan malam rame, itulah keanehan di kalangan rumahku. Rumahku tidak
jauh dengan lapangan dan Rumah Tua itu, diujung kiri disanalah rumah tersebut.
Biasanya setiap jam 12 tengah malam selalu bangun apalagi, pas banget. Dan
juga, aku biasanya melihat rumah itu dan anehnya lagi, aku masih mendengar
suara tersebut. Suara terima kasih Ren dan juga suara bantingan dan juga,
termasuk suara “Eliza, kau selamat hari ini” pokoknya gitu deh.
(Rumah Tua)Nah, disni aku bertemu gituan. Ujar
Ren. Serem kok. Ujar mereka kecuali Ren. Jadi gini, kita itu harus pura pura
ketok pintu dan berkata “Gak jadi deh” terus berjalan kebelakang, terus, pintu
kebuka deh. Mereka melakukan hal itu dan berhasil. Aku pernah bermimpi seperti
ini, nanti sisa aku, Reza, Putri dan Nagisa. Ujar Ren. Hoiiii maju aja apa sih
susahnya sama rumah tua berkumuh ginian ?. Ujar Nia, Nia pun melangkah kaki
tetapi, dia langsung menghilang begitu saja. Sudah kubilang, jadi, kita itu
harus melangkah ke depan bersama-sama sehingga, hal yang aku alami itu akan
kalian liat di depan mata kalian masing-masing !. Ujar Ren. Baiklah. Ujar
mereka kecuali Ren. Saat mereka melangkah kaki, hal itu beneran terjadi.
Tetapi, hal ini berbeda, mereka sedang makan bersama di sebuah meja,sekitar ada
7 orang. Kita pun melangkah biasa saja ke lantai atas, untuk melihat suara
tersebut. Diatas berbeda lagi, kita melihat Nia digantung mati dan juga, kita
melihat Laki-laki itu dan juga Eliza. Kita berdiam sejenak melihat Nia gantung
diri disana. Mereka menangis, ada sedihnya, ada senangya. Sedihnya : melihat
Nia disana. Senangnya : Ren dan Reza dapat kesempatan dalam kesempitan. Nagisa
bersenderan dengan Reza. Sedangkan, Putri bersenderan dengan Ren. Kerennya
lagi, Putri menjadi imut banget saat di bersenderan dengan Ren. Hal itu,
membuat Reza sirik. Kami pun pergi setelah sudah selesai, anehnya, Nia membawa
boneka yang selalu melihat kami setiap kami pergi. Dan juga, anehnya itu, saat
kami dibelakang Nia, hal itu seakan Nia melihat kami. Talinya berhias nama Nia
dan juga ada darah di bawah Nia bertulis Nia Nia Nia Nia Nia itu saja yang ada
disana ada tulisan berbundar mengelilingi Nia, dan Ibunya juga tetapi, Ayahnya
tidak. Kami pun lari sampai di sebuah kamar Nia. Disana kami melihat Nia juga
sedang menghitung uang,entah, uang itu hasil apa. Kami berlari dan sampai ke
kamar mandi. Disana, kami melihat semua anak anak itu meninggal, ada yang
kepalanya kemana-mana astaga SADIS !.Sampai di kamar orang tuanya, kami melihat
Eliza dan Laki-laki itu sedang tertawa. Kami pun pergi keluar kamar. Pyang…
kami melihat Eliza meninggal ditempat dengan senyum darahnya yang seram dan
juga dia memegang sebuah bunga mawar dengan erat. Dia membuka tangan tersebut
dan banyak darah ditangannya. Buset dehh !!.
Kami melihat Laki-laki itu. Lagi-lagi, kami merasa kalau dia melihat
kami. Kami jelas lari !. Saat kami hendaknya keluar, malahan kami berada di
bundaran tulisan tersebut. Kami tidak tau apa yang harus kami lakukan. Tetapi,
disana kami melihat Laki-laki tersebut menebas kami dengan katana. Kami bangun
dan ternyata kita itu ada di sebuah kuburan keluarga tersebut. Kami pun
berdoa-doa, dan seakan kami mendengar teriakan laki-laki itu dan hangus. Kami
pergi dengan selamat. Kami menginap di rumah Ren, saat jam 12 tengah malam,
kami melihat Nia sedang membawa kapak berlumur darah aku melihat teman-temanku
berdarah, entah.. apa yang ingin dia lakuka……. (THE END)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar